Menu Tutup

Audit Sanitasi Pasar Serang: Langkah Tegas HAKLI Tekan Penyebaran Penyakit

Pasar tradisional merupakan pusat denyut nadi ekonomi masyarakat, namun di sisi lain, pasar juga menjadi tempat yang sangat rentan terhadap penularan penyakit jika standar kebersihannya tidak terjaga. Di Kota Serang, pasar-pasar utama seperti Pasar Rau dan Pasar Lama seringkali menghadapi tantangan dalam hal manajemen limbah, ketersediaan air bersih, dan pengendalian vektor. Mengantisipasi risiko kesehatan di tahun 2026, Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Banten melakukan Audit Sanitasi Pasar Serang secara menyeluruh. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan bahwa setiap sudut pasar memenuhi standar higiene sanitasi yang ketat guna menekan potensi penyebaran penyakit berbasis lingkungan yang dapat membahayakan ribuan pedagang dan pengunjung.

Proses audit sanitasi yang dilakukan oleh HAKLI mencakup inspeksi mendalam pada fasilitas sanitasi dasar, seperti ketersediaan jamban sehat dan sistem pembuangan air limbah (SPAL). Di pasar-pasar Serang, tumpukan sampah yang tidak terkelola dan saluran drainase yang tersumbat sering menjadi tempat perindukan lalat dan tikus, yang merupakan vektor penyakit kolera, disentri, hingga leptospirosis. Tim auditor melakukan penilaian terhadap manajemen sampah mulai dari tempat penampungan sementara hingga frekuensi pengangkutan. Audit ini tidak hanya sekadar memberikan rapor merah atau hijau, tetapi memberikan rekomendasi teknis yang konkret untuk perbaikan infrastruktur pasar agar lebih higienis dan mudah dibersihkan.

Salah satu fokus utama dalam audit sanitasi di Pasar Serang adalah aspek higiene sanitasi pangan (HSP). Auditor memeriksa cara penyimpanan bahan pangan, terutama daging dan ikan, yang memerlukan suhu dan kebersihan khusus untuk mencegah kontaminasi bakteri Salmonella atau E. coli. Langkah tegas HAKLI juga mencakup pengawasan terhadap kualitas air yang digunakan pedagang untuk mencuci peralatan makan dan bahan dagangan. Air yang tercemar adalah jalur utama penularan penyakit di pasar, sehingga ketersediaan air bersih yang teruji secara laboratorium menjadi parameter mutlak dalam audit ini. Pedagang pun diberikan edukasi mengenai pentingnya cuci tangan dan penggunaan celemek bersih selama beraktivitas.

Penyebaran penyakit di lingkungan pasar dapat terjadi dengan sangat cepat karena mobilitas orang yang tinggi. Oleh karena itu, audit sanitasi juga menyoroti aspek sirkulasi udara dan kepadatan kios. Ruangan yang pengap dan lembap sangat mendukung pertumbuhan jamur dan penyebaran virus melalui udara. Hasil audit dari HAKLI Serang ini kemudian dijadikan basis data bagi pemerintah kota untuk melakukan rehabilitasi pasar tradisional menjadi pasar sehat yang sesuai dengan standar nasional. Langkah tegas ini sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat agar kembali berbelanja di pasar tradisional tanpa rasa khawatir akan masalah kesehatan dan kenyamanan.