Dalam kehidupan masyarakat urban yang semakin padat, perhatian terhadap kesehatan lingkungan sering kali hanya tertuju pada limbah cair atau polusi udara. Namun, Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Serang melihat adanya ancaman yang lebih halus namun berdampak besar bagi kesehatan mental, yaitu kebisingan yang berlebihan. Melalui program sosialisasi yang masif, HAKLI Serang berupaya menyadarkan masyarakat mengenai bahaya polusi suara yang sering kali dianggap sebagai hal lumrah dalam kehidupan sehari-hari. Dari knalpot kendaraan yang tidak standar hingga dentuman musik yang tidak mengenal waktu, semua ini berkontribusi pada penurunan kualitas hidup dan stabilitas emosional warga di wilayah Serang.
Edukasi yang diberikan oleh HAKLI Serang dimulai dengan memberikan pemahaman tentang ambang batas pendengaran manusia yang sehat. Banyak warga tidak menyadari bahwa paparan suara di atas 85 desibel secara terus-menerus dapat memicu stres kronis. Dalam setiap pertemuan warga, para ahli dari HAKLI Serang menjelaskan bahwa polusi suara bukan sekadar gangguan kenyamanan, melainkan pemicu reaksi fisiologis dalam tubuh. Suara bising yang tidak terkendali menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan tekanan darah meningkat. Secara psikologis, hal ini membuat masyarakat menjadi lebih mudah marah, sulit berkonsentrasi, dan mengalami gangguan tidur yang serius, yang pada akhirnya berdampak pada produktivitas kerja dan keharmonisan keluarga.
Salah satu langkah nyata yang diambil oleh HAKLI Serang adalah mendorong penerapan “Zona Tenang” di area pemukiman dan sekolah. Warga diajak untuk membatasi aktivitas yang menghasilkan kebisingan tinggi pada jam-jam istirahat. Strategi mengelola polusi suara ini dilakukan dengan cara yang persuasif, yaitu dengan menanamkan rasa empati antar tetangga. HAKLI Serang menekankan bahwa ketenangan adalah hak asasi setiap individu untuk mendapatkan pemulihan energi di rumah masing-masing. Dengan membangun kesadaran kolektif, diharapkan tercipta budaya saling menghormati di mana setiap warga merasa bertanggung jawab untuk tidak menjadi sumber kebisingan bagi orang lain di lingkungannya.
Selain perubahan perilaku, HAKLI Serang juga memberikan edukasi teknis mengenai penggunaan barier alami untuk meredam kebisingan. Masyarakat disarankan untuk menanam pohon dengan tajuk yang lebat di halaman rumah mereka. Tanaman bukan hanya berfungsi sebagai penyaring udara, tetapi juga sebagai peredam frekuensi polusi suara yang efektif dari jalan raya.