Pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah memerlukan penanganan cairan lindi (leachate) yang berpotensi mencemari air tanah dan lingkungan sekitarnya. Selain pengelolaan sanitasi pasar hewan mencegah pmk zoonosis, pengendalian pencemaran TPA menjadi fokus penting. HAKLI Serang melakukan evaluasi sistem pengolahan air lindi TPA sampah guna memastikan kualitas efisiensi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Air lindi mengandung zat organik tinggi, logam berat, serta amonia beracun yang terbentuk dari infiltrasi air hujan ke dalam tumpukan sampah. Tim auditor memantau proses pengolahan air lindi mulai dari bak penampung awal, kolam stabilisasi biologis, hingga tahap pengendapan akhir sebelum dibuang ke badan air. Efisiensi setiap unit pengolahan diukur secara detail melalui pengujian sampel laboratorium.
Parameter kimia yang dievaluasi mencakup kadar Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solids (TSS), serta kandungan logam berat berbahaya. Air lindi yang diolah wajib memenuhi baku mutu lingkungan sesuai peraturan pemerintah agar tidak merusak ekosistem sungai dan sumur warga sekitar TPA. Pemantauan sumur pantau di sekeliling TPA juga dilakukan secara rutin.
Hasil evaluasi menunjukkan beberapa catatan perbaikan teknis, seperti perlunya penambahan aerator pada kolam aerobik serta pemeliharaan rutin endapan lumpur. Pengelola TPA disarankan untuk mengoptimalkan penggunaan tanaman fitoremediasi guna membantu menyerap polutan organik secara alami. Sinergi teknis ini meningkatkan kualitas pengolahan limbah cair TPA.
Langkah evaluasi berkala oleh HAKLI Serang memberikan masukan berharga bagi pemerintah daerah dalam memodernisasi tata kelola sampah lingkungan. Pencegahan kebocoran air lindi merupakan bentuk perlindungan nyata terhadap hak masyarakat atas sumber air bersih yang sehat. Komitmen pengawasan limbah dijalankan secara konsisten.
Evaluasi pengolahan air lindi TPA sampah oleh HAKLI Serang mempertegas pentingnya pengawasan sanitasi lingkungan secara menyeluruh. Pengolahan limbah cair yang efektif menjaga kelestarian sumber daya air dan kesehatan masyarakat dari bahaya pencemaran.