Menu Tutup

HAKLI Serang Gelar Pelatihan Pemeliharaan Filter & Lampu UV Depot Air Minum

Jaminan keamanan mutu air minum isi ulang yang dikonsumsi masyarakat luas memerlukan pemeliharaan teknis peralatan sterilisasi secara berkala. Usai melakukan uji kadar klorin dan keberadaan mikroba pada kolam umum, sanitarian kini menyasar tempat produksi air isi ulang. Kegiatan pelatihan Pemeliharaan Filter Depot dan intensitas lampu UV digelar bagi pengelola depot air minum.

Kinerja komponen penyaringan yang buruk akibat pengabaian Pemeliharaan Filter Depot dapat menyebabkan air hasil olahan tercemar kuman dan bakteri Coliform. Pelatihan ini membekali peserta dengan panduan praktis penggantian tabung pasir silika, karbon aktif, serta mikro filter secara rutin. Pengetahuan teknis ini penting agar proses penyaringan air baku berjalan efektif sempurna.

Materi pelatihan juga menekankan pada pengujian daya radiasi dan prosedur Pemeliharaan Filter Depot serta kebersihan tabung kaca lampu ultraviolet. Pembersihan kerak pada tabung kaca lampu UV wajib dilakukan agar pancaran radiasi pembunuh kuman bekerja maksimal. Pengusaha diberikan jadwal standar perawatan rutin peralatan operasional depot air minum.

Tim ahli sanitarian turut membagikan kit pengujian mandiri tingkat kekeruhan dan kadar sisa klorin air baku kepada para peserta pelatihan. Penerapan teknik Pemeliharaan Filter Depot yang benar dapat memperpanjang usia pakai mesin olahan sekaligus menjamin higienitas air minum konsumen. Sertifikat pelatihan diberikan kepada pemilik depot yang lulus kualifikasi sanitasi.

Peningkatan kompetensi pengelola depot air isi ulang disambut baik oleh masyarakat pengguna jasa air bersih di Kabupaten Serang. Langkah pembinaan berkelanjutan ini efektif mencegah terjadinya kasus penyakit diare akibat konsumsi air olahan yang tidak higienis. Sanitasi pangan dan air terus dikawal demi kesehatan publik.

Pengawasan dan pembinaan terhadap usaha depot air minum merupakan bagian dari perlindungan konsumen atas hak mendapatkan air bersih. Melalui perawatan alat olahan secara benar, kualitas air olahan masyarakat selalu terjaga aman. Edukasi teknis sanitasi akan terus diperluas ke berbagai kawasan.