Kesehatan keluarga yang optimal dimulai dari sanitasi dasar yang layak dan memenuhi standar teknis kesehatan lingkungan. HAKLI Serang terus mengampanyekan bahwa akses terhadap fasilitas pembuangan tinja yang aman memiliki kaitan erat dengan status gizi anak-anak di pedesaan maupun perkotaan. Selain masalah pembuangan limbah, Ketersediaan Jamban yang mencukupi juga menjadi faktor pendukung utama keberhasilan program sanitasi total. Dalam konteks pemukiman padat, pengelolaan cadangan air tanah melalui konservasi mandiri menjadi sangat penting agar siklus air tetap terjaga dan masyarakat tidak kekurangan air bersih untuk kebutuhan higiene harian mereka.
Keberadaan Ketersediaan Jamban sehat berfungsi untuk memutus rantai penularan penyakit berbasis lingkungan yang sering menyebabkan infeksi berulang pada balita. Ketika seorang anak sering mengalami diare akibat lingkungan yang terkontaminasi feses, penyerapan nutrisi dalam tubuhnya akan terganggu secara signifikan. Kondisi inilah yang dalam jangka panjang memicu terjadinya hambatan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak. Oleh karena itu, pembangunan septic tank yang kedap air dan tidak mencemari sumur warga menjadi intervensi non-kesehatan yang sangat vital dalam program prioritas nasional.
Upaya penurunan stunting di wilayah Serang dilakukan melalui pendekatan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). HAKLI berperan sebagai fasilitator yang memberikan pemahaman kepada warga bahwa perilaku buang air besar sembarangan (BABS) adalah ancaman nyata bagi masa depan generasi muda. Dengan memastikan setiap rumah tangga memiliki akses ke jamban yang layak, risiko infeksi cacing dan bakteri E. coli dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga gizi yang dikonsumsi anak-anak dapat terserap secara optimal untuk pertumbuhan mereka.
Selain pembangunan fisik, perubahan perilaku menjadi tantangan tersendiri yang memerlukan pendampingan terus-menerus. Kader kesehatan di desa-desa dibekali keterampilan untuk melakukan pemicuan agar warga merasa butuh akan fasilitas sanitasi yang sehat. Sinergi antara pemerintah daerah dan para ahli kesehatan lingkungan ini diharapkan mampu menurunkan angka stunting di Kabupaten maupun Kota Serang secara berkelanjutan, menciptakan masyarakat yang lebih kuat dan berdaya saing tinggi melalui lingkungan yang bersih dan sehat.