Menu Tutup

Kisah Heroik Relawan HAKLI Serang Saat Banjir Melanda

Bencana banjir yang melanda wilayah Serang, Banten, pada awal tahun 2026 menyisakan banyak cerita tentang perjuangan manusia dalam menghadapi krisis kesehatan lingkungan. Di tengah genangan air yang membawa berbagai material sampah dan potensi penyakit, nampak sekelompok orang berseragam khusus yang tak kenal lelah menyisir pemukiman warga. Mereka adalah para tenaga ahli kesehatan lingkungan yang terjun langsung ke lapangan sebagai garda terdepan. Kisah heroik relawan HAKLI ini bermula saat mereka harus melakukan evakuasi logistik sekaligus memastikan ketersediaan air bersih bagi para pengungsi di tengah situasi yang serba terbatas. Kehadiran mereka bukan sekadar memberikan bantuan fisik, melainkan kepastian bahwa wabah penyakit pascabanjir dapat ditekan seminimal mungkin.

Salah satu momen yang paling berkesan dalam kisah heroik relawan HAKLI tersebut adalah saat mereka harus menembus arus deras demi mendistribusikan kaporit dan alat penjernih air sederhana ke desa-desa yang terisolasi. Dalam kondisi darurat, air bersih menjadi barang langka, sementara air banjir sangat rentan terkontaminasi kuman leptospirosis dan diare. Para relawan ini bekerja di bawah guyuran hujan lebat untuk memberikan edukasi cepat kepada warga mengenai cara melakukan desinfeksi mandiri pada sumber air yang tercemar. Ketangkasan dan keberanian mereka dalam mengambil risiko demi keselamatan orang banyak menjadi bukti dedikasi profesi sanitarian yang sering kali bekerja dalam sunyi tanpa sorotan kamera yang berlebihan.

Selain menangani masalah air, kisah heroik relawan HAKLI di Serang juga mencakup perjuangan mereka dalam mengelola sanitasi di pengungsian. Kita tahu bahwa penumpukan massa di satu titik pengungsian sering kali memicu masalah baru berupa tumpukan sampah dan minimnya fasilitas buang air yang layak. Relawan HAKLI bekerja siang dan malam membangun jamban darurat yang memenuhi standar kesehatan serta mengatur sistem pembuangan sampah agar tidak menjadi sarang lalat dan tikus. Keuletan mereka dalam mempertahankan standar higiene di tengah kondisi darurat merupakan bentuk nyata dari perjuangan menjaga martabat kemanusiaan para penyintas bencana agar tetap sehat dan tidak jatuh sakit di tempat pengungsian.

Dibalik kisah heroik relawan HAKLI ini, terdapat kerja sama tim yang sangat solid antara tenaga ahli senior dan mahasiswa kesehatan lingkungan yang ikut terjun sebagai relawan. Mereka melakukan surveilans penyakit secara real-time untuk mendeteksi dini jika ada tanda-tanda peningkatan kasus penyakit kulit atau gangguan pencernaan pada anak-anak.