Sekolah adalah tempat yang ideal untuk menanamkan kesadaran lingkungan pada generasi muda. Lebih dari sekadar pelajaran di buku teks, praktik nyata merawat lingkungan di sekolah akan membentuk kebiasaan yang akan mereka bawa hingga dewasa. Pendidikan hijau ini mengajarkan siswa tentang tanggung jawab, keberlanjutan, dan pentingnya menjaga planet kita. Dengan menjadikan sekolah sebagai laboratorium hidup untuk kegiatan ramah lingkungan, kita dapat mencetak generasi yang peduli dan proaktif. Pada hari Senin, 22 September 2025, sebuah survei yang dilakukan di sekolah-sekolah di Kota Surabaya menunjukkan bahwa 70% siswa merasa lebih termotivasi untuk peduli lingkungan setelah terlibat dalam program sekolah hijau.
Salah satu cara efektif untuk merawat lingkungan di sekolah adalah melalui program daur ulang. Sekolah dapat menyediakan tempat sampah terpilah untuk sampah organik, plastik, kertas, dan logam. Siswa dilatih untuk memilah sampah mereka sendiri. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos untuk kebun sekolah, sementara sampah anorganik dikumpulkan untuk didaur ulang. Laporan dari Dinas Kebersihan Kota Surabaya pada 23 September 2025, mencatat bahwa beberapa sekolah di sana berhasil mengurangi volume sampah harian mereka hingga 50% berkat program daur ulang yang konsisten.
Selain daur ulang, konservasi energi dan air juga dapat diajarkan. Siswa bisa dibiasakan untuk mematikan lampu dan kipas angin saat meninggalkan ruangan, serta menutup keran air dengan rapat setelah digunakan. Pemasangan panel surya skala kecil atau tangki penampungan air hujan dapat menjadi proyek nyata yang menunjukkan bagaimana energi dan air dapat dihemat. Proyek-proyek ini tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktis tentang keberlanjutan.
Membangun kebun sekolah atau menanam pohon adalah cara lain yang bagus untuk merawat lingkungan. Kebun sekolah bisa menjadi media pembelajaran langsung di mana siswa belajar tentang biologi, ekosistem, dan siklus pertumbuhan tanaman. Menanam pohon bersama juga dapat menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab terhadap alam. Petugas kepolisian dari Polsek setempat, dalam laporan mereka pada 24 September 2025, menyampaikan bahwa kegiatan positif seperti ini sangat membantu dalam membentuk karakter siswa yang peduli dan disiplin. Merawat lingkungan di sekolah bukan hanya tentang kebersihan, tetapi juga tentang membentuk kesadaran kolektif yang akan berdampak besar bagi masa depan bumi.