Menu Tutup

Revitalisasi Drainase Cegah Wabah Pasca Banjir

Melalui koordinasi yang intensif bersama Pemkab Serang, para ahli kesehatan lingkungan ini mulai memetakan titik-titik rawan yang memerlukan penanganan khusus. Salah satu fokus utama dalam agenda tahun ini adalah melakukan Revitalisasi Drainase Cegah Wabah secara menyeluruh di area pemukiman padat dan sekitar fasilitas publik. Drainase yang tersumbat bukan hanya menjadi pemicu banjir, tetapi juga menjadi tempat penumpukan limbah domestik dan bangkai hewan yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Dengan memperbaiki aliran air, risiko air menggenang dalam waktu lama dapat dikurangi, sehingga proses pembersihan lingkungan setelah banjir bisa berjalan jauh lebih cepat dan higienis.

Langkah preventif ini diambil terutama untuk Cegah Wabah penyakit menular yang sering kali muncul mengikuti genangan air, seperti leptospirosis, diare, dan berbagai infeksi kulit. HAKLI Serang memberikan bimbingan teknis mengenai cara desinfeksi sumur warga yang tercemar air banjir dan bagaimana cara menangani sampah sisa banjir agar tidak menjadi sarang lalat atau tikus. Pemkab Serang memberikan dukungan penuh dengan mengerahkan alat berat dan personel untuk memastikan saluran-saluran air primer dan sekunder kembali berfungsi normal. Sinergi ini membuktikan bahwa penanganan banjir tidak boleh berhenti pada aspek sipil saja, tetapi harus menyentuh aspek sanitasi dasar.

Di wilayah Serang, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan saluran air terus digelorakan. Masyarakat diajak untuk tidak membuang sampah ke selokan, karena sekecil apa pun sumbatan akan berdampak besar saat debit air meningkat. Para praktisi kesehatan lingkungan turun langsung ke desa-desa untuk melakukan sosialisasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kondisi darurat. Mereka mengajarkan cara pengolahan air sederhana agar tetap layak konsumsi meskipun sumber air utama terdampak polusi. Langkah edukatif ini bertujuan membangun kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungannya secara mandiri.

Risiko kesehatan Pasca Banjir seringkali lebih mematikan daripada banjir itu sendiri jika tidak ditangani dengan standar sanitasi yang benar. Oleh karena itu, HAKLI Serang juga melakukan pengawasan terhadap kualitas udara dan kelembapan di pengungsian untuk mencegah penyebaran penyakit saluran pernapasan. Pemkab Serang memastikan ketersediaan logistik kebersihan seperti sabun, antiseptik, dan alat kebersihan lingkungan di setiap posko kesehatan. Pendekatan yang komprehensif ini memastikan bahwa warga yang terdampak bencana tetap mendapatkan perlindungan kesehatan yang layak di tengah situasi sulit.