Kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum yang canggih atau fasilitas gedung yang megah, tetapi juga oleh standar kesehatan lingkungan yang diterapkan di sekolah. Di Kabupaten Serang, para ahli kesehatan lingkungan yang tergabung dalam HAKLI Serang meluncurkan sebuah studi menarik yang mengaitkan kebiasaan higienitas pribadi dengan capaian akademik. Dengan slogan “Tangan Bersih, Nilai Bagus”, program ini bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada orang tua dan pendidik bahwa kesehatan adalah modal utama dalam proses belajar. Melalui observasi mendalam, HAKLI Serang berhasil secara empiris buktikan hubungan sanitasi & prestasi siswa yang selama ini sering dianggap sebagai dua hal yang terpisah.
Penelitian ini diawali dengan pengamatan terhadap angka absensi siswa di beberapa sekolah dasar yang memiliki fasilitas cuci tangan yang minim. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa yang sering sakit, terutama akibat diare dan infeksi saluran pernapasan, memiliki peluang lebih besar untuk tertinggal dalam pelajaran. Melalui kampanye “Tangan Bersih, Nilai Bagus”, HAKLI memberikan edukasi tentang teknik mencuci tangan pakai sabun (CTPS) yang benar. Saat para ahli lingkungan buktikan hubungan sanitasi & prestasi siswa, ditemukan data bahwa sekolah dengan sanitasi yang baik memiliki tingkat kehadiran siswa 20% lebih tinggi. Kehadiran yang konsisten di kelas secara otomatis berkorelasi dengan pemahaman materi yang lebih baik dan hasil ujian yang lebih memuaskan.
Secara biologis, infeksi cacingan dan gangguan pencernaan akibat tangan yang kotor dapat menyebabkan anemia dan penurunan konsentrasi pada anak. Inilah alasan mengapa “Tangan Bersih, Nilai Bagus” menjadi sangat relevan dalam konteks pembangunan sumber daya manusia di Serang. Tim dari HAKLI Serang bekerja keras untuk meningkatkan fasilitas jamban sehat dan ketersediaan air bersih di lingkungan sekolah. Ketika mereka berhasil buktikan hubungan sanitasi & prestasi siswa, banyak pihak mulai menyadari bahwa investasi pada pengadaan wastafel dan sabun cuci tangan jauh lebih murah dibandingkan biaya pengobatan anak yang jatuh sakit dan kehilangan waktu belajar yang berharga.
Implementasi program ini juga melibatkan pelatihan bagi dokter kecil di setiap sekolah untuk menjadi kader kesehatan lingkungan. Gerakan “Tangan Bersih, Nilai Bagus” menciptakan budaya kompetisi positif di mana kelas dengan tingkat kebersihan tertinggi mendapatkan apresiasi khusus.